oleh

Ngopi Asyik Bareng Daniel Mardona, Edisi “Kontroversi ‘Wayang Haram”

Harian Detik.Net | Kota Tangerang – Video viral ceramah Ustaz Khalid Basalamah tentang wayang yang harus dimusnahkan viral hingga menjadi kontroversi. Berbagai pihak ramai-ramai mengecam, bahkan melaporkan ke polisi.

Reaksi muncul antara lain dari budayawan, Akademisi hingga Pihak Keraton Kasunanan Bahkan para pelaku seni pedalangan juga siap melaporkan Khalid Basalamah ke polisi. Namun pada akhirnya, Ustadz Khalid Basalamah meminta maaf atas ceramahnya.

Dalam acara Talkshow Ngopi Asyik Bareng Daniel Mardona Edisi kali ini membahas “Kontroversi ‘Wayang Haram” bersama Team FBINEWS Banten. Bertempat di Kantor Hukum DANIEL MARDONA SH & PARTNERS Jln. Empu Gandring Ruko Berlian Commercial Estate Blok.E 5, Cibodas, Kec. Cibodas, Kota Tangerang, Banten.

Daniel Mardona, SH.MH.MM adalah seorang Pengacara/Lawyers, juga sekaligus pentolan dan Konsultan hukum Indonesia di KANTOR HUKUM DANIEL MARDONA & PARTNERS. Saat ini Daniel Mardona telah memiliki 17 kantor cabang perwakilannya di seluruh Indonesia.

Menurut Daniel, wayang merupakan budaya asli Indonesia yang digunakan sebagai alat untuk syiar dalan penyebaran agama Islam di Nusantara. Salah satu jejaknya adalah adanya pusaka bernama Jamus Kalimasada dalam cerita wayang yang berkembang di Indonesia.

Daniel menjelaskan Jamus Kalimasada memiliki makna, antara lain adalah kalimat syahadat,”Kalimasada ada dua arti, yang jelas kalimat syahadat. Dalam Bahasa Kawi, diartikan bahwa dunia luas ini adalah petunjuk dari yang maha pencipta, kemudian diajarkan pula hablum minallah dan hablum minannas,” kata Daniel saat acara Talk Show Kopi Asik Bersama Daniel, Kamis malam (24/2/2022) pukul 20.00 WIB.

Pria tinggi besar yang memiliki banyak prestasi dan penghargaan sebagai Lawyer ini itu juga menyebutkan adanya sosok Semar, Gareng, Petruk, Bagong atau Punakawan yang tidak ada dalam kitab aslinya.

“Sosok Punakawan itu sengaja diciptakan untuk mempermudah penggunaan wayang sebagai sarana syiar. Nama-nama Punakawan itu di Mahabharata nggak ada. Sebetulnya dari bahasa Arab,” ujarnya.

” Seperti yang dikatakan Gusdur Budaya Arab yah budaya Arab begitu pula budaya Indonesia milik indonesia, Islam berasal dari Arab tapi bukan milik orang Arab tapi Islam untuk seluruh manusia di muka bumi ini,” tungkas Daniel

Selanjutnya menurut Tim Godok Kasus Daniel, Rudi Afriansa SH bercerita tentang sosok Sunan Kalijaga, sosok Sunan Kalijaga yang merupakan tokoh penyebaran Islam di Jawa. Menurutnya, Sunan Kalijaga berhasil menyebarkan Islam melalui budaya, termasuk wayang.

“Jelas dari sisi sejarah kan ada sosok Sunan Kalijaga yang penyebaran agamanya melalui budaya wayang. Sudah jelas sejarahnya,” ucap Rudi Afriansa.

Menurutnya, wayang memang pada awalnya datang dari India dan dekat dengan agama Hindu-Buddha. Namun oleh Sunan Kalijaga, wayang tetap dipakai untuk menyebarkan Islam.

“Memang sejak masa sebelumnya, sebetulnya wayang juga digunakan untuk penyebaran agama, kan berasal dari India. Tapi yang mencolok di era Sunan Kalijaga,” katanya.

Dinar Suriptah SH yang juga dari
Tim godok kasus Daniel mengatakan wayang sebagai media dakwah , Dinar menjelaskan wayang sudah ada sejak era praserah. Namun di masa Wali Songo, ceritanya sudah disesuaikan dengan agama Islam.

“Jelas wayang itu sudah digunakan para wali untuk dakwah Islam. Meskipun sebenarnya wayang sudah ada sejak zaman animisme-dinamisme,” kata Dinar Suriptah.

“Kemudian wayang digunakan untuk menyebarkan agama karena mudah beradaptasi. Ketika Hindu masuk, dipakai Hindu. Karena sudah mengakar di hati masyarakat Jawa, maka itu dipakai para wali. Dan itu berhasil,” imbuhnya.

Senada dengan Dinar, Trio Putra CM, SH yang juga team godok kasus Daniel menyebutkan, Di masa Wali Songo, banyak tokoh yang kemudian disesuaikan dengan Islam. Misalnya Dewa Siwa, Wisnu dan Brahma yang merupakan trimurti, kemudian diubah sebagai keturunan Nabi Adam.

“Bagi kami biasa wayang disebut bid’ah atau wayang barang haram, itu kadang kita biasa saja. Tapi ketika ada kalimat itu sebaiknya dimusnahkan, waduh ini kalau dalam istilah pewayangan sudah membuat kegaduhan,” kata Trio Putra.

Acara Ngopi Asyik Bersama Daniel ditutup oleh Daniel Mardona, SH.MH.MM,. Daniel menyampaikan Terkait Kontroversi Wayang Haram , Daniel tidak memihak siapapun terkait pro kontra wayang haram,”Kami (Daniel Mardona & Partners) disini hanya membahas secara santai pro kontra wayang haram, adapun polemik masalah tersebut, kami serahkan kepada pihak pihak yang lebih mengerti, barang tentu pemerintah lebih bijak mengenai hal ini,” pungkas Daniel Mardona, SH.MH.MM.

(Khoer_Azis)
.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed