by

Etos Institute Dukung Rencana Jokowi Reshuffle Kabinet Dan Dorong Bubarkan Stafsus Millenial Serta Copot Moeldoko

-Metro, Politik-105 views

Jakarta, HarianDetik.Net – Presiden Jokowi rencanakan untuk melakukan Reshuffle Kabinet dalam waktu dekat mendapat dukungan dari berbagai kalangan tak terkecuali juga dari Lembaga Survey Nasional Etos Indonesia Institute.

Direktur Eksekutif Etos Indonesia Institute, Iskandarsyah saat dimintai keterangannya, menyatakan bahwa perencanaan untuk dilakukan reshuffle kabinet harus disegerakan.

“Sudah saatnya pak Presiden melakukan reshuffle kabinet yang hari ini dirasakan perlu disegerakan” kata Iskandarsyah kepada awak media, Kamis, (15/04/2021)

Bahkan, kata Dirut Etos ini, banyak Menteri kabinet Indonesia Maju yang tidak maksimal dalam kerjanya serta terlihat terseok dalam urusan implementasi program kerja Jokowi-Amin.

“Kita lihat menteri-menteri bekerja sudah tidak maksimal dan terlihat terseok-seok, bagaimana tidak krn mereka tidak dalam posisi/tempat yang pas” ujarnya

Karenanya, ia berharap presiden Jokowi bisa memberikan warna yang baru serta posisi yang tepat, profesional, serta bertanggung jawab dalam tahapan kesekian kalinya proses reshuffle kabinet ini.

“Semoga reshuffle ini pak Presiden bisa memberi warna baru, menempatkan orang-orang yang pas di posisi nya, the right man in right place,” harap Iskandarsyah

Selain itu, Iskandarsyah juga mendorong agar presiden Jokowi juga melakukan pencopotan terhadap Kepala Staff kantor Presiden (KSP), Jendral Moeldoko. Menurutnya, Moeldoko dinilai sering melakukan ulah dan kekisruhan yang tidak berarti untuk misi pembangunan Kabinet Indonesia Maju.

“Selain menteri-menteri Kepala Staff kantor Presiden Jendral Moeldoko juga layak dicopot, buat saya cuma bikin kisruh aja, kerja tidak buat kisruh terus, mengganggu Presiden orang ini”kata Iskandar menambahkan

Lebih jauh dari itu juga, ia menyoroti Staff Khusus Milenial yang kini tengah banyak memicu polemik. Menurut Iskandarsyah menyambung sapirasi yang disampaikan FBI Jabodetabek untuk dibubarkan Stafsus Milenial.

Hal tersebut menurutnya, hanya buang-buang anggaran negara gaji orang yang begituan. Pasalnya, baiknya anggaran atau gaji Stafsus Milenial yang terbilang cukup besar itu, dikumpulkan dan dialokasikan kepada rakyat yang tidak mampu. Itu lebih cukup dibanding memberikan gaji untuk mereka ini yang tidak punya arti dan peranan apa-apa untuk kemaslahan masyarakat.

“Bubarkan aja..!! Buang-buang anggaran negara gaji orang yang begituan. Gaji mereka dikumpulkan kasih rakyat yang hari ini lapar sudah lebih dari cukup, mereka juga tidak ada kerjanya kok”ucapnya

Pasalnya, orang yang ditempatkan dalam istana haruslah yang serius membantu kerja presiden dan wakil presiden, bukan sebaliknya dijadikan sebagai bahan gaya-gayaan semata.

“Ya saran saya pak Presiden copot kepala kantor staff presiden dan bubarkan staff millenial yang tidak berfungsi itu” Sambung Iskandar menutup wawancara nya

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed