by

GDDPI Bersama PMI Gelar Donor Darah Reguler Dan Plasma Konvaselen

Jakarta, Hariandetik.net – Palang Merah Indonesia (PMI) menyatakan stok donor darah di sejumlah daerah menipis semasa pandemi COVID-19. Penurunan stok darah hingga 50 persen tersebut salah satu akibat adanya kebijakan social distancing di masa awal pandemi.

Kebutuhan darah di seluruh Indonesia sebanyak 5 juta kantong darah per tahun, khusus Jakarta 1.000 kantong per hari karena ada 192 rumah sakit (RS). Penurunan kebutuhan kantong darah karena orang takut ke RS sehingga jumlah orang yang mendonorkan darah pun berkurang. 

Oleh karena itu Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Gerakan Donor Darah Perempuan Indonesia (GDDPI) menggelar donor darah reguler dan pra-screening plasma konvalesen di The Aria Ballroom & Terrace lantai 2, Gedung Tribrata Darmawangsa Jakarta, Sabtu, 27 Maret 2021.

Dalam Acara donor darah yang digelar, GDDPI membuka layanan untuk melakukan Donor darah regular dan Pre screening donor darah konvalesen

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan standar protokol kesehatan ketat. Para peserta pendonor diwajibkan melakukan tes usap (swab) antigen terlebih dahulu sebelum memasuki area donor.

Ketua Pantia GDDPI sekaligus Ketua Umum Perempuan Jenggala, Vicky Widyani Kartiwa dalam wawancara dengan awak media menjelaskan kegiatan tersebut digelar sebagai upaya membantu penggalangan plasma konvalesen yang menjadi alternatif penyembuhan COVID-19.

Kegiatan bertema “Jadilah Pahlawan Kemanusiaan” ini juga merupakan dukungan terhadap Palang Merah Indonesia untuk memenuhi stok darah yang berkurang drastis akibat pengaruh pandemi.

“Rangkaian acara ini berfokus pada 2 misi yaitu donor darah reguler sebagai upaya GDDPI membantu PMI untuk memenuhi stok darah serta yang terpenting kita menggalakkan donor plasma konvalesen yang saat ini sangat dibutuhkan, terutama untuk pasien COVID,” ucap Vicky.

GDDPI diinisiasi oleh 8 instansi perempuan bekerjasama dengan PMI. 8 instansi tersebut antaranya Perempuan Jenggala, Dharma Wanita Persatuan, PP LIPI, Pertiwi Indonesia, PUN, YBI, PSKD, dan Geronimo.

GDDPI dibentuk dengan tujuan sosialisasi dan menggerakkan masyarakat untuk mau berdonor darah lagi meski di era pandemi pemenuhan darah bagi orang yang membutuhkan.

“Apalagi sekarang lagi proses vaksinasi stok darah semakin menipis karena orang yang abis divaksin itu setelah 6 minggu baru boleh donor lagi,”

Gerakan yang memulai kegiatan pertamanya di tahun 2020 lalu ini, secara serentak melaksanakan aksi ini di beberapa daerah. Dan kedepannya GDDPI akan terus konsisten menggelar acara donor darah. “Per tiga bulan sekali,” tuturnya.

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut mengajak para para calon pendonor, terutama para penyintas untuk tidak ragu mendonorkan plasma konvalesennya demi menolong sesama.

“Hari ini para penyintas bisa menjadi pahlawan bagi para pejuang COVID-19 lainnya, dengan mendornorkan plasma konvalesennya untuk orang lain,” ucap Airlangga.

Ketua Bidang Unit Donor Darah, Pengurus Pusat PMI dan Wakil Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Sub Bidang Supportif&Terapi Plasma Konvalesen dr. Linda Lukitari Waseso
mengatakan berbagai kegiatan donor darah banyak yang dibatalkan karena kekhawatiran tertular virus Corona. 

“Dalam situasi normal sebelum pandemi, ketersediaan darah bisa untuk empat hari, saat ini hanya bisa satu sampai dua hari saja,” kata dr. Linda seraya menambahkan bahwa kekurangan stok darah sekitar 20–50 persen terjadi di daerah episentrum Covid-19 seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Kekhawatiran itulah yang akhirnya mendorong terbentuknya Gerakan Donor Darah Perempuan Indonesia (GDDPI). Bersama dengan PMI, mereka menggelar acara donor darah yang melibatkan berbagai organisasi perempuan, termasuk Pertiwi Indonesia. 

Dr Linda Lukitari  kembali menambahkan bahwa metode terapi plasma konvalesen dapat memperbaiki sistem kekebalan tubuh pada orang-orang yang positif virus corona. Selain itu terapi ini sangat dibutuhkan mengingat jumlah pasien yang terinfeksi COVID-19 terus meningkat.

Meningkatnya kasus COVID-19 membuat tenaga kesehatan mencari-cari pengobatan yang tepat untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh virus ini dan plasma konvalesen menjadi pilihan. “Mengingat plasma konvalesen dapat memperbaiki sistem kekebalan tubuh pada orang-orang yang positif virus COVID-19,” kata Linda.

“Masalahnya informasi ini belum masif diketahui masyarakat terutama bagi mereka penyintas COVID-19 dan kami bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk Perempuan Jenggala dan Pertiwi Indonesia untuk terus mensosialisasikan, ”ucapnya.

Untuk diketahui Donor plasma konvalesen adalah terapi yang dilakukan dengan memberikan plasma atau bagian darah yang mengandung antibodi dari orang yang telah sembuh (penyintas) kepada pasien yang sakit.

Dalam wawancara singkat dengan awak media, Sekjen Pertiwi Indonesia Darariza Wahid mengungkapkan selain donor darah reguler dengan adanya pendonor Darah Plasma Convalesen, kami berharap hal ini menjadi suatu upaya untuk menekan tingkat resiko kematian dan memutuskan mata rantai Covid 19.

Bersama GDDPI ia berharap apa yang sudah dilaksanakan dapat memberikan kontribusi yang signifikan serta dampak positif bagi organisasi lain dan bahkan seluruh masyarakat pada umumnya.

” Doa dan harapan kami bersama sama seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya agar Pandemi Covid 19 segera berlalu.” Pungkasnya.

(Hs/red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed