by

GAMI Desak Menkumham Evaluasi Kinerja Kalapas dan KPLP Salemba

-Politik-35 views

JAKARTA,Hariandetik.net – Sejumlah aktivis, mahasiswa, pemuda, dan masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Muda Indonesia (GAMI) mendatangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (25/3/2021) sore.

Kedatangan GAMI dalam rangka menggelar aksi unjuk rasa terkait dugaan terjadinya pesta narkoba oleh para narapidana yang berlangsung di Lapas tersebut.

Atas itu, koordinator aksi Laoli mendesak agar pimpinan Kemenkumham untuk melakukan evaluasi jajarannya.

“Kurangnya pengawasan dan terjadi adanya dugaan pesta narkoba di dalam Lapas Salemba, sehingga kami
meminta agar Presiden Jokowi dan Menkumham Yasona Laoly, mengevaluasi kinerja Kepala Lapas Salemba Yosafat Rizanto dan KPLP Lapas Salemba Kelik Sulistyanto,” ujar dia, Kamis (25/3/2021).

Lebih lanjut, pihaknya mengatakan akan menggelar aksi kembali jika tuntutan yang disampaikan tidak ditanggapi oleh pihak terkait.

“(Akan) kembali lagi jika tuntutan tidak ditindaklanjuti,” tegas dia.

Diketahui, dalam aksi tersebut, massa membawa spanduk, membakar ban sambil berorasi di depan pintu masuk utama Lapas Klas IIA Salemba.

Diketahui narapidana tersebut diantaranya merupakan napi Lapas Salemba yang terlibat pemalsuan meterai. Penangkapan dilakukan di Kota Bekasi, Jawa Barat, pada tanggal 10 dan 11 Maret 2021

Para tersangka berinisial SRL, WID, SNK, BST, dan HND. Satu tersangka lain, yaitu AST merupakan napi yang berada di Lapas Salemba, Jakarta Pusat. Ia juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkapkan, awalnya polisi mencurigai adanya kiriman meterai palsu melalui kargo di area Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, pada 7 Maret 2021.

Berdasar pemeriksaan, jumlah total meterai palsu yang disita kepolisian mencapai 50 rim. Tiap rim terdiri dari 500 lembar dengan per lembar ada 50 meterai Rp 10.000 palsu.

“Terus terang, (50 rim meterai palsu itu) merugikan negara sekitar Rp 12-13 miliar,” ungkap Yusri. (Red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed