by

FKUB adakan Dialog Kebangsaan “Sejarah Peran Tionghoa Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Indonesia”

-Metro-59 views

Jakarta,Hariandetik.net-Pembauran di Indonesia sangat penting dan sudah lama Pembaruan berjalan lancar dan aman sesuai dengan peradaban bangsa Indonesia yang ramah tamah, terbuka bagi siapapun untuk berkunjung dan menetap di negara Indonesia.

Pembagian antara Etnis Tionghoa dengan penduduk asli Indonesia sudah lama terbentuk dan terjadi turun temurun dan menjadi adaptasi bangsa Indonesia.

Dari Pembaruan tersebut, terjalin hubungan yang harmonis antara Etnis Tionghoa dengan masyarakat penduduk asli sehingga saling menghargai dan beranak pinak menjadi bangsa Indonesia.

Salah satunya yang diadakan di Taman Mini Indonesia Indah dengan acara Dialog Kebangsaan “Sejarah Peran Tionghoa Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Indonesia”, Taman Mini Indonesia , Indah, Selasa (11/8/2020).

Para pembicara yang hadir Dr. Tung Ju Lan, Phd, Peneliti Senior LIPI, Ir. Azmi Abubakar dengan moderator Dr. Robi Nurhakim, MPd, dan para peserta Ketua FKUB Prof. Dr. H. Dede Rosyada, FKUB Provinsi, FKUB Kota/Kabupaten, FPK (Forum Pembaruan Kebangsaan).

Hadir pula Wakil Gubernur DKI. Jakarta, Ir. A. Riza Patria, Wakil Camat, MUI, Kesbang Pol DKI Jakarta, Taufan Bakri, Kemenag RI.

Kepala Kesbang Pol DKI Jakarta, Taufan Bakri mengatakan melihat keturunan Tionghoa di Indonesia sangat besar dan ini semuanya aset bagi bangsa Indonesia, dan sesungguhnya ingin berperan kepada bangsa dan Negara,”katanya.

Ia melanjutkan adanya berbagai percampuran warna di Jakarta, dan kita dapat memanfaatkan potensi kaum Tionghoa di Jakarta, dalam kehidupan sehari-hari dan dapat kita manfaatkan sebagai merajut budaya Tionghoa dengan kebudayaan Indonesia, dan sebagai Pemda DKI Kesbangpol harus mengayomi Etnis Tionghoa, dan memberikan ruangan untuk dialog dan kita harus terbuka soal kerukunan dan tidak boleh tersembunyi, dan melalui FKUB kita Galang kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia,”jelasnya.

Achmad Hastama Wakil Ketua MUI bidang Kerukunan Umat Beragama mengatakan adanya fenomena yang tidak kenyamanan dalam kehidupan sosial saudara kita Etnis Tionghoa, padahal tidak demikian, dan yang menjadi kekeliruan kita adalah pendekatan dengan istilah berbangsa dan bernegara, ketika kita berbicara berbangsa konteksnya kekeluargaan, ketika kita bicara bernegara konteksnya kekuasaan.,”katanya.

Ia melanjutkan Pribumi itu adalah orang yang panca margais, kan luar biasa dalam konteks FKUB berbangsa, dan ada 600 ribu ada mayoritas Etnis Tionghoa di Jakarta dan di FKUB aja mereka mayoritas dan kita adopsi dan kita lihat statistik pembangunan rumah ibadah lebih banyak gereja daripada mesjid, dan kita menyadari hal ini merupakan proses yang panjang yang adanya kepedulian, pengorbanan dan sebagainya kata kuncinya mari kita kebersamaan saling membantu dan memberikan pengorbanan apalagi dalam situasi sekarang kapal ujian sangat mempengaruhi kerukunan, “jelasnya.

Kita harapkan tidak ada lagi perbedaan Pribumi dan non Pribumi dan ketidak nyamanan antara Cina dengan Non Cina harus kita hilangkan dan selalu kita Sosialisasikan istilah-istilah dan kita sampaikan kepada umat bahwa ada Etnis lain yakni Arab yang berperan dan peran mereka luar biasa dan mereka tidak tersentuh, “jelasnya.

Kerukunan umat beragama harus dirajut dan ini penting sebagai aset bangsa Indonesia, dan ini sangat perlu antara Etnis Tionghoa dengan penduduk Indonesia sehingga kita akan berbaur dan memberikan bantuan satu sama lain tidak melihat miskin dan kaya, semua sama, dan sekarang kita hidup berdemokrasi dan jangan saling menghina satu sama lain saling berbagi dan semua kita sama, bangsa Indonesia,”katanya.

Menurut Sulaiman dari Komisi Dakwah mengatakan, didalam sejarah bangsa Tionghoa sudah ada asimilasi dengan membangun NKRI dan mereka mendukung Pancasila, NKRI,dan bangsa Indonesia dan mereka banyak membantu bangsa Indonesia sejak dulu mereka berjuang dengan berbau bersama bangsa Indonesia, katanya (muhidin)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed