by

Peresmian Tempat Ritual Pembakaran Umum Disambut Antusias Warga Pejagalan

-Metro-34 views

Jakarta,Hariandetik.net– Sejumlah masyarakat keturunan etnis Tionghoa di wilayah Pejagalan menghadiri peresmian tempat ritual pembakaran Umum di Jalan Keting Raya, Pejagalan, Kec. Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (10/8/2020).

Kegiatan yang disambut antusias masyarakat setempat ini menjadi bukti keharmonisan warga dari berbagai suku, etnis dan agama yang ada di wilayah Pejagalan.

Turut hadir dalam acara peresmian tersebut Camat, Depika Romadi,
Lurah Pejagalan Ichsan Fidaosy, Kapolsek Penjaringan Kompol Ardyansyah SIK.,MSi, Kapospol Pejagalan Aipda Agus S, Babinsa Pejagalan Sertu Subiyanto, beserta Pelda Abdulah, Serda Yhanwar, Serda Pardede, Serda Daliyo, serta ucapan karangan bunga dari anggota DPR-RI juga politisi Partai PDIP Darmadi Durianto, dan juga dari rekan warga Tionghoa lainnya.

Kegiatan diawali pembukaan sambutan ketua Rukun Warga (RW) 10 di wakili Ketua LMK Margono, diteruskan Camat Pejagalan untuk memberikan pencerahan.

“Kehadiran kita di tempat ini adalah suatu bukti bentuk kerukunan umat beragama bisa di akomodir tetap menjaga kenyamanan, tertib, aman dan teratur, dengan adanya tempat pembakaran wihara ini semoga teman teman tetap menjaga lingkungan, saling menghormati baik pengurus, anggotanya agar dapat beribadah dengan nyaman tertib, aman dan teratur,” ujar Margono.

“Pemerintahan setempat mengucapkan selamat apa yang kita kerjakan hari ini tetap menjaga kerukunan kepada warga negara Indonesia, intinya kita mendukung sesama umat beragama saling menghormati dan menjaga kerukunan warga,” tambahnya lagi.

Selanjutnya acara peresmian ditutup dengan pemotongan tumpeng, pemotongan pita dan penandatanganan peresmian bersama ketua yayasan, Camat, lurah, Kapolsek dan LMK.

Tradisi pembakaran ini merupakan salah satu ritual persembahyangan yang dimaksudkan untuk memberi keselamatan dan mendatangkan keberuntungan.

Pengurus Yayasan Paguyuban Wihara Pejagalan, Fredy Wei, yang juga sebagai tokoh masyarakat Tionghoa di Pejagalan berharap kelestarian adat dan budaya China di Indonesia bisa terus terjaga.

“Mudah-mudahan tempat pembakaran umum ini di pakai sebaik mungkin khususnya untuk kepentingan umat wihara atau kelenteng se-Pejagalan Jakarta Utara dan tradisi ini tetap dipertahankan untuk melestarikan nilai-nilai sejarah China di perantauan,” tutup Fredy.(Muhidin)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed