by

Komunitas Buddhis,Vihara Buddha Metta Arama Gelar Dialog Keyakinan Dengan Kebijaksanaan untuk Menciptakan Kerukunan

-Metro-182 views

Jakarta, Hariandetik.net-Setidaknya ada beberapa faktor untuk merajut kerukunan antarumat beragama, dalam membentuk kultur yang toleran, inklusif terhadap sesama perbedaan agama yang lain.

Pertama, perlu dilakukan revitalisasi lagi mengenai tiga prinsip kerukunan antarumat beragama, Diperlukan tindakan komunikasi yang aktif antar-intern umat beragama, dan dengan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama.

Hal itu bertujuan untuk membina mental dan keagamaan umat beragama melalui bimbingan-bimbingan yang mengarah kepada keharmonisan beragama sehingga terjalin saling mengakui, saling percaya, dan saling menghargai antara agama yang satu dengan yang lain. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Panitia Bhikkhu KAMSAI SUMANO MAHATHERA, pada sambutanya dalam acara ” Keyakinan Dengan Kebijaksanaan Untuk Menciptakan Sebuah Kerukunan”,di Hotel Mercure Jakarta Kota, Sabtu,14/2/2020.

kegiatan ini, diikuti oleh sekitar 200 orang terdiri dari berbagai elemen masyarakat diantaranya oleh seluruh pemeluk lintas agama, tokoh agama, tokoh masyarakat dan beberapa pejabat daerah, dengan mendatangkan para narasumber, seperti dari TNI,wakil Kepala Pembinaan Mental Kodam Jaya,Letnan Kolonel Inf Drs Abdul Qohar,M.si, Polda Metro Jaya,Kasubdit Bintibsos AKBP Jajang Hasan Basri,S.ag,M.Si serta perwakilan beberapa agama.

Materi pertama menyampaikan materi “Membangun Toleransi Dan Harmonisasi Antar Umar Beragama” yang isinya beliu menyampaikan bahwa Kehidupan beragama yang dinamis merupakan faktor dasar yang bersifat menentukan bagi terwujudnya stabilitas nasional, persatuan dan kesatuan, kerukunan, perdamaian dan ketenangan hidup. Kehidupan beragama yang dinamis menuju terciptanya kerukunan umat beragama sesungguhnya berdampak positif bagi kehidupan umat manusia.

Oleh karena itu, dengan mewujudkan kembali kerukunan umat beragama, kebebasan beragama menjadi terjamin dan membuka peluang untuk selalu mengagungkan agama masing-masing dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia. Semoga,”jelasnya.

Untuk itu pemerintah melalui Kementerian Agama harus berpartisipasi kembali untuk mengaktifkan FKUB yang ada di daerah-daerah seluruh Indonesia. Program FKUB dalam menyelenggarakan dialog antarumat beragama merupakan kepentingan bersama dalam upaya merajut kembali kerukunan dan keharmonisan dalam beragama.” ujar Romo Asun.( Ferry )

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed